Kudengar ia berbisik dari arah sebelah kiri telingaku, mendengungkan suara yang sampai saat ini belum mampu aku cerna dengan syaraf-syaraf otakku...
Ia bercerita tentang segala isi dunia, yang katanya sebentar lagi akan tergenggam erat dengan cengkeraman jari-jarinya...
Cerita pun mengalir deras, dan terus bergejolak di atas hamparan kisah yang tak ada ujung pangkalnya...
Kini, dengung bisikannya telah berubah jadi lengking teriakan, dan bahkan semburan buih-buih busa air liur telah menjadi gumpalan kental yang menggenang di mana-mana...
Tampaknya Ia mulai murka, dan mengutuk semua cara yang telah di halalkannya...
Aku hanya mematung tanpa kata, belum mampu percaya dengan segala ocehannya...
Dan ku biarkan ia mengejang, kaku dalam genangan busa air liurnya...
Selamat jalan kawan, bisikkanlah aku semangat, tanpa harus membuatku lupa akan makna dari halalnya segala cara...
Buaran-Jakarta, 260313
No comments:
Post a Comment