Monday, December 3, 2012

Berlari di atas logika penafsiranku sendiri...

Derap langkah sepertinya telah jauh
menggiringku pada lorong-lorong waktu yang kini telah di sesaki oleh umpatan-umpatan
dari hati yang berserabut..

Segala cabang dari lelajur tikungan yang semakin menanjak pun, tampak fasih menebarkan acungan congkak layaknya lelancipan duri yang tersemat diantara julangan kerikil yang berkarat..

Tapi aku terus melangkah, mengayunkan pintalan semangat, dari balutan tekad yang telah aku bungkus bersama rajutan janji sebelum serakan mimpi itu ku gapai dengan jangkauan tanganku sendiri...

Dan tetaplah engkau disana, yang cukup dengan menjadi pemerhati tanpa harus usil untuk mengusikku untuk menjadi garang...

Karena langkahku adalah jalinan derap kaki yang terlahir dari pemikiran yang matang, yang ku anggap tak akan goyah lalu limbung
walau terjangan desing peluru hasutmu terus melesat tepat di jantung penalaranku...

Aku akan terus melangkah, berjalan, dan bahkan berlari tanpa henti diatas logika penafsiranku sendiri...

Jakarta, 161112

Evolusi tusuk gigi dadakan