Dan aku ada diantara keringatmu yang tercucur deras di bentangan
pagi yang masih rabun...
Tererosi bersama gumulan debu karat dunia yang tak pernah ingkar
menyumbati kulit pori-pori saat mengais sisa puing rejeki...
Tubuhku masih ada diantara getah keringat daki yang terus
melumuri celah kerut dari keriput usia usangmu, sembari terus
bertanya tanpa desis suara di gerbang cuping telingamu...
"Berapa kepingan rupiah yang akan engkau genggam dari perasan
keringatmu hari ini pak tua...?"
Dari degub jantung nadi kesyukuranmu ku dengar getaran jawab yang
hampir tak teraba oleh ibaku...
"Alhamdulillah, cukup untuk makan hari ini" gumammu....
Pemulung tua, Tg. Perak 140412
No comments:
Post a Comment