Dentang aduan nyaring dari cumbuan dua benda keras, menguap di
atas kobaran tungku api panas.
Irisan pedas aneka warna dan rupa rempah pun telah mengintai
tajam di punggung talenan kayu cendana, yang siap merenangi
tadahan minyak yang telah menggenang pasrah di tadahan kuali tua.
Dan wangi aroma bumbu citarasa pun menyeruak diantara liukan
tongkat aluminium yang berujung pipih, lalu mengaduk lincah ribuan
bulir-bulir nasi putih dingin yang hampir basi di pangkuan wajan besi.
Kepulan asap selera kian merajalela, merambahi jalan nafas yang kini
tersedak oleh hirupan nafsu yang siap melahap.
Dan akhirnya keringatku menetas, menembus ruang lapar dari sajian
hangat sebuah gundukan nikmat berwarna coklat...
Hmm..enaknya nasi gorengku...
Nasi goreng, goreng sendiri-banyuwangi.150112
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Bahwa keindahan cinta itu, lebih dari apa yang engkau tulis di dalam puisimu. Bahkan seribu syair pujangga yang kau satukan dalam bukumu it...
-
Aku bergerak diantara kucuran bulir-bulir keringat... Bernafas diatas sesaknya debu-debu yang menguap... Keping-keping rupiah seakan meremas...
-
Dgn satu alasan.. Ku akhiri rasaku.. Ku biarkan ia menjasad mati.. Dan terbungkus dalam bujuran kaku sang sepi.. Aku tak peduli lagi dengan ...
No comments:
Post a Comment