Semula yang terdengar hanya adu cengkerama, sebagai periuh canda tawa antara aku dan kau...
Lalu beringsut kepada pusaran tema tentang semua isi dunia dan segala yang sesuatu terpangku dalam tadahan rengkuhnya..
Rajutan mimpiku dan mimpimu pun saling teranyam fasih dalam pondasi rencana utuh yang menggiurkan...
Dan akhirnya, dengan niat pendakian pada undakan anak tangga menuju kesuksesan, maka jabatan tangan kesepakatan pun terikat kuat di atas tikar kepercayaan...
Namun entah bisikan syaitan dari arah perjuru mana, tiba2 runcingnya ujung mata tanduk di ubun2 kepalamu, menyala merah isyaratkan sebuah denyut niat kelicikan...
Hm...ternyata nyala tandukmu masih tak semerah dengan nyala tandukku...
Hahaha....
Liciknya kelicikan_surabaya,060712
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Bismillahirrahmanirrahim... Ternyata, untuk memulai kalimat pengantar pertama saja, saya masih butuh beberapa menit setelah berkali-kali m...
-
Seketika reranting ingatanku berderak, meretak pecah lalu patah menghantam belukar kenangan lama .. Disana serasa ada sejuta lelancipan dur...
-
Seperti ku meyakini petang yang tak akan ingkar pada cahaya malam... Aku pun percaya dengan lembaran senyummu yang tak akan melebam oleh puk...
No comments:
Post a Comment