Masih jelas dalam ingatan, bahwa kemarin saat gelinding peluh begitu
deras membanjiri lelahnya otot-otot tubuh yang mengayuh rejeki dalam balutan sang
waktu.
Seketika linangan air mata langit mengguyur kepala tanpa nada
suara sengit, tanpa seruan rintik sbgai tanda akan adanya tumpahan
air yg tak sedikit.
Ya...
Kemarin aku kehujanan, dan juraian benang-benang bening yang begitu lancip
menukik di atas kulit, bahkan seolah menembus pori-pori hingga ke
batas gigilan yg paling inti.
Dan tadi, segala isi perut telah minggat tanpa pamit, mengungsi ke dalam
wadah-wadah plastik dan juga kadang langsung di atas keramik.
Kini, dalam kujuran kaku di rebahan tubuh yang lesu, puluhan rentang
garis merah, telah melintang lurus di lelajur punggungku yg pucat
layu.
Sepertinya aku akan sakit...
ketapang, banyuwangi.220112
No comments:
Post a Comment