Sunday, July 8, 2012

Engkau sang pembawa luka...

Seketika reranting ingatanku berderak, meretak pecah lalu patah menghantam belukar kenangan lama ..

Disana serasa ada sejuta lelancipan duri yang seolah kembali menegak, dan siap mengacungkan ancaman perih pada luka hati yang belum pulih terobati..

Namamu tiba-tiba hadir dalam jelmaan aksara, yang menyapa mesra dari seberang sana lewat dinding-dinding maya, yang bagiku justru mengotori kaca retina mata..

Wangi aroma tubuhmu telah lama ku bunuh dari liang indera pekaku...

Juga tarikan paksa senyum pura-puramu, telah lama ku timbun dalam gundukan dendam amarahku...

Enyahlah....

Sebelum sumpahku menamparmu dengan kata-kata...

Surabaya,050712

No comments:

Post a Comment

Evolusi tusuk gigi dadakan