Seketika reranting ingatanku berderak, meretak pecah lalu patah menghantam belukar kenangan lama ..
Disana serasa ada sejuta lelancipan duri yang seolah kembali menegak, dan siap mengacungkan ancaman perih pada luka hati yang belum pulih terobati..
Namamu tiba-tiba hadir dalam jelmaan aksara, yang menyapa mesra dari seberang sana lewat dinding-dinding maya, yang bagiku justru mengotori kaca retina mata..
Wangi aroma tubuhmu telah lama ku bunuh dari liang indera pekaku...
Juga tarikan paksa senyum pura-puramu, telah lama ku timbun dalam gundukan dendam amarahku...
Enyahlah....
Sebelum sumpahku menamparmu dengan kata-kata...
Surabaya,050712
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Dgn satu alasan.. Ku akhiri rasaku.. Ku biarkan ia menjasad mati.. Dan terbungkus dalam bujuran kaku sang sepi.. Aku tak peduli lagi dengan ...
-
Bismillahirrahmanirrahim... Ternyata, untuk memulai kalimat pengantar pertama saja, saya masih butuh beberapa menit setelah berkali-kali m...
-
Aku lelah seperti ini, yang terus menahan rintih oleh injakan tumit kaum priyayi. Pengorbanan jiwa ragaku tak pernah di hargai, dan mungkin ...
No comments:
Post a Comment