Aku lelah seperti ini, yang terus menahan rintih oleh injakan tumit
kaum priyayi.
Pengorbanan jiwa ragaku tak pernah di hargai, dan mungkin hanya
dianggap sebagai bangkai yang justru mengotori kesucian kaki.
Telah berjuta kali atau bahkan lebih, nasibku di ludahi dengan
semburan dahak benci.
Bukankah karena jilatan lidahku, hingga gumpalan daki dan
kenajisan yg ada di kakimu tercuci bersih...?
Lalu mengapa aku terus di ludahi...?
Jujur, aku lelah menjadi alas kaki...
_alas kaki_150112
Sunday, July 8, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Bismillahirrahmanirrahim... Ternyata, untuk memulai kalimat pengantar pertama saja, saya masih butuh beberapa menit setelah berkali-kali m...
-
Seketika reranting ingatanku berderak, meretak pecah lalu patah menghantam belukar kenangan lama .. Disana serasa ada sejuta lelancipan dur...
-
Seperti ku meyakini petang yang tak akan ingkar pada cahaya malam... Aku pun percaya dengan lembaran senyummu yang tak akan melebam oleh puk...
No comments:
Post a Comment