Dari ketinggian langit, jutaan deru bulir peluru-peluru bening, tak henti
menggelinding dan menyerbu retakan bongkah tanah-tanah kering...
Ia menembus semua arakan gumpal kepekatan awan, lalu menjadikannya hujan, dari rajutan gerimis yang tertahan...
Serangannya pun mengungsikan siapa saja yang berani dan bagitu lancang untuk menantang...
Bahkan sengatan matahari yang sedari tadi pongah menggertak wajah bumi,
pontang panting menyelinap di balik punggung lelajur rotasi...
Hm...
Darinya ku sadari...
Ternyata kekuasaan memang tak akan abadi...
16 Juni 2011
No comments:
Post a Comment