Disaat seperti ini, sambaran suaramu seakan kembali terngiang,
mengingatkanku pada hardikanmu yang jitu tentang kesalahanku.
"Separuh dari usia manusia menua sia-sia hanya karena menunggu" begitu
katamu dulu yang seolah jadi tamparan kata buatku saat itu, ketika engkau telah lelah menunggu.
Dan kini..
Aku baru mnyadari, bahwa tamparan kata itu benar adanya, karena aku pun perlahan menua dengan ribuan keriput resah di wajah, saat aku
mulai lelah menunggumu...
Sekarang....
Siapkah engkau kutampar dengan katamu yang dulu... ?
12 Oktober 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Bahwa keindahan cinta itu, lebih dari apa yang engkau tulis di dalam puisimu. Bahkan seribu syair pujangga yang kau satukan dalam bukumu it...
-
Aku bergerak diantara kucuran bulir-bulir keringat... Bernafas diatas sesaknya debu-debu yang menguap... Keping-keping rupiah seakan meremas...
-
Dgn satu alasan.. Ku akhiri rasaku.. Ku biarkan ia menjasad mati.. Dan terbungkus dalam bujuran kaku sang sepi.. Aku tak peduli lagi dengan ...
No comments:
Post a Comment