Seratus enam puluh aksara, coba ku pahat di atas lembaran kaca
maya.
Menjadi kata, menjadi prosa, menjadi cerita, menjadi apa saja hingga tak ada lagi angka yang
terlupa sebelum titik mengakhiri koma, dan sebelum tanya mengupas lembaran arti dan
makna.
Tapi, kemana semua akan bermuara, jika ternyata arak-arakan kata
hanyalah sebagai penghias dinding di beranda para pembaca, tanpa
ada petuah yang bisa di cerna....?????
2 November 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Kubayangkan tangan-tangan yang saling menjamah dalam kegelapan, meremas dosa diantara pagutan liar yang katanya karena pembuktian cinta... L...
-
Dan aku ada diantara keringatmu yang tercucur deras di bentangan pagi yang masih rabun... Tererosi bersama gumulan debu karat dunia yang tak...
-
Usia hari kian renta, menua di langkahi ribuan cerita. Segala arti dan makna telah terperas di keranjang loaknya, menjadi hidangan mentah de...
No comments:
Post a Comment