Yang kulihat hanyalah hamparan warna kelabu redup, yang terus
memudar dan kian luntur di dinding langitku.
Pulasan rona legam dari sapuan kuas mendung hitam semakin angkuh menghapus barisan atap biruku, menodainya dengan lumuran keruh, yang entah dengan maksud apa ia
memburu.
Yang aku tahu hanyalah pertanda akan adanya juraian benang bening di depanku, yang selain itu
aku memilih bisu...
Karena seribu kemungkinan masih akan terus berpacu mengalahkan misteri waktu...
4 November 2011 · ·
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Bahwa keindahan cinta itu, lebih dari apa yang engkau tulis di dalam puisimu. Bahkan seribu syair pujangga yang kau satukan dalam bukumu it...
-
Selalu saja kau berteori.. Mengangkangi alasan, sebagai penguat alibi... Tidakkah semua yan telah terbukti, membuatmu faham untuk mengerti.....
-
Aku bergerak diantara kucuran bulir-bulir keringat... Bernafas diatas sesaknya debu-debu yang menguap... Keping-keping rupiah seakan meremas...
No comments:
Post a Comment