Toilet, WC, jamban, kakus, kamar kecil, kamar sempit atau apalah
namanya, terserah engkau menyebutnya, yg jelas bagiku dialah
tempat terindah untuk menuang segala ide, cerita, puisi, khayalan,
lamunan, umpatan, cacimaki, erangan dan kadang penyesalan, juga
masih banyak lagi, tapi tunggu dulu sebab keran air belum aku
tutup dan masih mengalir, takut tumpah...
Lanjut....
Apalagi saat adukan rakus aneka makanan mulai mengeroyok dan
mencoba memperkosa paksa usus lambung di dalam perut, maka
pada saat itulah dengan ikhlasnya ia akan membuka mulut,
menganga lebar dan siap menampung apa saja dari semburan
dahsyat lubang keriput kita.
Dan...
Begitu pun denganku saat ini, yg beberapa menit yg lalu dengan
wajah pucat karena menahan nafas atas dan nafas bawah, aku lari
terbirit-birit seakan ada yang mau muncrat ...
Crat..cret...crot
Dan crit....
Aaaahh..lega....
akhirnya selesai juga...
Tapi, gayungnya mana...?
Terus ceboknya pake apa...?
Alahh...dasar WC umun seribuan...
Tapi ga apa-apalah, yg penting postinganku dah siap dibaca...
(asli, status ini di buat pada saat lubang keriputku sedang bekerja
ekstra...)
WC umum,290112
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Bismillahirrahmanirrahim... Ternyata, untuk memulai kalimat pengantar pertama saja, saya masih butuh beberapa menit setelah berkali-kali m...
-
Seketika reranting ingatanku berderak, meretak pecah lalu patah menghantam belukar kenangan lama .. Disana serasa ada sejuta lelancipan dur...
-
Seperti ku meyakini petang yang tak akan ingkar pada cahaya malam... Aku pun percaya dengan lembaran senyummu yang tak akan melebam oleh puk...
No comments:
Post a Comment