Terkadang, ada kesalahan kecil yang begitu sulit untuk
kita maafkan, dan kita menyebutnya sebagai
dasar pembentuk alasan agar tak mnjadi
kebiasaan yang sengaja untuk di lakukan.
Namun, disaat ada satu kesalahan yang begitu
besar dan mgkin saja sengaja di lakukan, tapi kita maafkan dengan begitu mudahnya, lalu
menyebutnya sebagai dasar pembentuk jiwa yang toleran, pemaaf dan berjiwa besar.
Masihkah kata MAAF itu bermakna ikhlas, saat
ia terulur karena demi satu ALASAN...?
Entahlah...!!!
16 Oktober 2011
No comments:
Post a Comment