Seakan kembali menapaki jalan yang pernah ku lalui..
Menyusuri tiap jengkal nasib yang dulu terabai..
Aku pun terjaga dari geliat langkah..
Lalu tanpa sadar, aku terjungkal dari laju lamunan yang kian mengkhawatirkan..
Dan seraya memunguti sisa puing-puing mimpi khayalan sebelum kembali menyulam derap ayunan kaki pada langkah perjalanan, mataku pun terus membaca gelagat akan sebuah ancaman..
Ternyata serakan duri masih saja angkuh berdiri..
Tetap setia menanti lunaknya daging kulit-kulit ari..
Tapi akalku sempat menyeringai, menahan ayunan kaki untuk sejenak berhenti..
Lalu ku mencaci..
"Tak bosankah kau melukai, menusukkan perih sampai ke ulu-ulu hati.."
"Ataukah ku harus berlari melangkahimu hingga tertinggal sendiri, lalu engkau perlahan merapuh dan akhirnya membangkai mati, tak berarti..?"
07 juni 2011
No comments:
Post a Comment