Hanya deru mesin yang terus menjejali ruang
tadah dengarku, mengaduk hampir seluruh suara desing yang kian membising di rongga
telingaku...
Juga awuran debu yang begitu pengecut
mengerubungi tanpa wujud, yang menyelinap
diantara kepulan asap dari kendaraan yang
berwajah kusut lagi butut...
Polusi seolah telah mnjadi teman koalisi yang
abadi, menemani hingga ujung hari
sekalipun menjadi basi dalam bungkusan
matahari...
Dan laju derap kaki terus berotasi sendiri-sendiri tanpa rasa empati dan peduli, saling menggilas dalam tarikan
nafas kejam sang ibukota...
Aku menutup mata...
Menutup hidung...
Menutup mulut...
Menutup wajah...
Sebelum akhirnya ku menutup usia di pinggir jalan raya yang telah menjadi neraka....
Yos Sudarso, Tg.Priok 241111
No comments:
Post a Comment