Dari kerak bumi, ku cungkil sisa rambahan dengki..
Yang mengakar keras, menggerogoti kesuburan nurani...
Serabutnya masih saja lihai menjuntai...
Menudingkan iri...
Menelunjuki dengan getah yang meracuni...
Dari mana engkau tersemai...
Menjadi tunas dan memucuk...
Lalu tumbuh menjadi benalu benci...
Keiri-dengkian hatimu...
Semaian tunas bencimu...
Sebaiknya segera ku bunuh..
13 Juni 2011
No comments:
Post a Comment