Dari rongga dengar, seucap cibiran sinis langsung mengaduk paksa
sisa retakan puing keyakinan yang telah runtuh kemarin.
Bayang jubah gelisah lalu menghampiri dengan lilitan terawang pahit,
hingga tunas asa tegak tak mampu bangkit menjangkiti akar
semangat yang terus merapuh tak berkutik.
Petuah suci sepertinya tak lagi ampuh memompa daya denyut
getaran nadi untuk berdiri acungkan bantahan pada caci maki.
Sementara dengung gema teriakan anti masih menggemaung,
mengacak-acak pola gerak intuisi diatas niat aksi yg telah tersaji rapi.
Lagi-lagi ambisi langkahku patah terhalangi....
Ambisi,Gilimanuk-Bali, 250112
Sunday, July 8, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Bismillahirrahmanirrahim... Ternyata, untuk memulai kalimat pengantar pertama saja, saya masih butuh beberapa menit setelah berkali-kali m...
-
Seketika reranting ingatanku berderak, meretak pecah lalu patah menghantam belukar kenangan lama .. Disana serasa ada sejuta lelancipan dur...
-
Seperti ku meyakini petang yang tak akan ingkar pada cahaya malam... Aku pun percaya dengan lembaran senyummu yang tak akan melebam oleh puk...
No comments:
Post a Comment