Tuesday, March 14, 2017

Penulis memo adalah bukan penulis yang baik

Bismillahirrahmanirrahim...

Ternyata, untuk memulai kalimat pengantar pertama saja, saya masih butuh beberapa menit setelah berkali-kali  menghapus dan menghapus. Saya bingung mau memulai dari mana, dan dengan kata apa sehingga tampak lebih elegan, dinamis, bermartabat, komperehensif dan.... ( nah...maksud saya seperti ini nih, kadang-kadang ngelantur, padahal untuk tema kali ini cuma sekedar mau membahas tentang kalimat pengantar pertama saat menulis, tapi larinya kemana-mana. Haddeuuuuhhhhh)

Saya perhatikan beberapa penulis memulai dengan kata Bismillah lalu di ikuti dengan salam kesejahteraan, sanjungan, rasa syukur, rasa terima kasih, dan rasa-rasa lainnya mulai dari keluarga besar sendiri di Aceh sampai keluarga kecil orang lain di Merauke, termasuk kepada dkk, dll, dsb,maupun dst-nya. (Nah bingung kan...?)

Tetapi ada juga penulis yang memulai tanpa harus ada kata Bismillah dan salam sejahtera, apalagi menyebutkan rasa syukur dan terima kasih kepada leluhur dan sekutu-sekutunya, dia langsung ke pokok masalah tanpa basa-basi, tanpa ba bi bu dan tanpa be bo be`, benar-benar to the point.
Tapi setelah saya pikir-pikir, penulis yang baik itu mungkin memang harus begitu, yang harus mengerti dan memahami psikologi pembacanya nanti. Sebagai contoh saya rasa tidak mungkin seorang penulis yang baik akan menulis seperti ini " Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, bismillahirrahmanirrahim, alhamdulilahirrabbilalamin, salam sejahtera.....bla bla bla.... lalu kalimat berikutnya seperti ini :

"Hari ini jangan lupa minum susu", lalu di tempel di pintu kulkas.
"Sedang sholat" terus di gantung dekat pintu masuk.
"Toko ini pindah ke seberang jalan" tertulis di rolling door.
"Maaf wc mampet" di gantung di gagang pintu toilet.
"Bayar hari ini, besok gratis" ditempel deket meja makan.
"Batas suci" tertulis di pinggiran keramik beranda mesjid.
"Yang bawa tulisan ini keponakan saya, ttd Kepsek"
Dan masih banyak lagi....

( maaf, sepertinya saya salah menganalisa, itu adalah penulis memo, dan saya rasa ga perlu ada kalimat pengantar, setuju kan...?). hehehehehhheee...

Maka akhirnya saya mencoba menyimpulkan bahwa penulis memo adalah bukan penulis yang baik, jika tulisan memonya masih di iringi dengan kalimat pengantar yang penuh basa-basi. Tapi entah bagi kalian.

No comments:

Post a Comment

Evolusi tusuk gigi dadakan