Terkadang tanpa kita sadari, ada hal-hal kecil yang jauh dari jangkauan logika kita, tapi ternyata mampu membuat kita terdiam seolah memaksa otak kita untuk berpikir sejenak. Ya, seperti itulah yang saya rasakan malam ini. Sesuatu hal yang kecil dan remeh temeh, atau bahkan mungkin sebagian orang malah menganggapnya aneh dan nyeleneh.
"Bang, Mr.Kumar sebentar lagi nyampe ke situ, barangnya tolong di terima ya,..."
"Jangan lupa sign, resinya simpen di folder requisition" suara officer saya lewat walky-talky channel 09.
"Ok bro" kata saya singkat.
Bukan berarti ga sopan loh ya, sama officer ngomong begitu, ...! Tapi lebih karena persahabatan, maklum usianya masih di bawah saya, masih unyu-unyu. Dan bagi dia pun, itu tak jadi masalah. Salut kan sama officer saya.....?
Tidak butuh waktu lama, Mr.Kumar pun datang dengan membawa satu kotak kecil yang terbungkus rapi, indah dan mempesona. (Alah...bungkus barang kok ampe indah mempesona segala).
Setelah saya buka, ternyata isinya adalah detektor gas. Pantes aja di bungkusnya ampe rapi, indah dan mempesona begitu, maksudnya agar selama proses pengiriman, barang tetap aman dan terkendali. ( aman dan terkendali...? Emang security lagi laporan ke pos jaga habis keliling di gudang kosong ...? hehe...)
Setelah saya pastikan semua beres, cocok, klop, kompak, sama,ga beda, ga cacat, dan sesuai dengan semua yang tercantum di list requisition, maka barangnya pun saya simpan di laci ship office agar tetap aman dan terkendali.
Untuk bungkusnya, pluk...! Telah mendarat paksa di dasar tempat sampah. Saya buang begitu saja tanpa memikirkan lagi jasa-jasanya. Saya jahat sekali ya...?
Eit...tapi tiba-tiba rantai otak saya berhenti, dan kembali mengayuh laju ingatan saya ke beberapa detik sebelumnya. Sepertinya sensor perasa dari ari-ari kulit jari saya sempat merasakan beberapa detik kelembutan, ketika saya membuang sampah plastik pembungkus detektor gas itu. Saya pun memungutnya lagi, lalu meremasnya berulang-ulang. Dan wow, saya merasakan ada sensasi kenyamanan lembut yang berujung pada kenikmatan yang sulit untuk di jelaskan. Saya remas lagi, lagi dan lagi, mencoba untuk merasakan lebih dalam agar rasa nikmat ini bisa saya jelaskan dengan bahasa lugas dan sederhana. Tapi saya sama sekali tak mampu menemukan kata yang bisa mewakili dan mengejawantahkannya.
"Itu namanya Bubble Wrap, emang enak kalo di remas-remas, apalagi kalo di mletus-mletusin, bikin ketagihan..." officer saya tiba-tiba meraihnya tanpa permisi dari tangan saya. Kenikmatan sesaat saya pun seakan teraniaya karena terenggut secara paksa. Tapi lima menit kemudian, saya dan officer saya telah duduk akur bersama sambil meremas remas menikmati kelembutan dan kekenyalan si Bubble Wrap, juga memecahkan gelembung udaranya satu-persatu hingga tak tersisa.
Dari situ saya mulai berpikir, mungkin Bubble Wrap ini bisa di jadikan sebagai media untuk terapi mengatasi kebosanan dan kejenuhan, karena tanpa terasa guliran jarum jam seakan tergilas rata saat gelembung udaranya pecah di ujung jemari tangan. Ada sensasi yang sulit untuk dijelaskan saat gelembung udara itu pecah.
Atau juga mungkin bisa sebagai media pengalih ketagihan pada rokok yang tidak menyehatkan, karena setelah saya perhatikan selama si Bubble Wrap di tangan officer saya, dia sama sekali lupa dengan rokoknya, koreknya, bibirnya, atau bahkan bibir kekasihnya. Hehehe...
Lainnya mungkin juga bisa sebagai peransang sensor motorik bagi para penderita stroke yang butuh gerakan perlahan, seperti meremas remas sambil memecahkan gelembung-gelembung udaranya.
Dan yang terakhir mungkin juga bisa sebagai penyetara rasa pada remasan ke "sesuatu" bagi para jomblo kesepian yang tak punya pasangan. Dan saya sangat yakin kalian semua pasti faham maksud saya. Hehehehehe....
Maka dari itu, ide cemerlang yang bisa saya sumbangkan hari ini pada kalian walaupun cuma hal-hal kecil, remeh-temeh, aneh dan nyeleneh adalah, "jangan sia-siakan si Bubble Wrap dengan menganggapnya sebagai sampah setelah terpakai sebagai pebungkus pengaman benda, tapi jadikanlah ia sebagai benda yang serbaguna".
Salam Bubble Wrap....!
No comments:
Post a Comment