Usia hari kian renta, menua di langkahi ribuan cerita.
Segala arti dan makna telah terperas di keranjang loaknya, menjadi
hidangan mentah dengan ampas dimana-mana.
Raga pun kian melemah, semakin goyah dipijakan kaki yang tak
tertopang oleh tiang-tiang asa.
Semua seakan menguap begitu saja, lenyap tertelan oleh kunyahan
suara bising para manusia.
Wahai sang waktu...
Dengan apa rodamu harus ku kayuh..?
Agar dunia bisa ku rengkuh, ku remas dalam genggamanku
ampera, 091111
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Bismillahirrahmanirrahim... Ternyata, untuk memulai kalimat pengantar pertama saja, saya masih butuh beberapa menit setelah berkali-kali m...
-
Seketika reranting ingatanku berderak, meretak pecah lalu patah menghantam belukar kenangan lama .. Disana serasa ada sejuta lelancipan dur...
-
Seperti ku meyakini petang yang tak akan ingkar pada cahaya malam... Aku pun percaya dengan lembaran senyummu yang tak akan melebam oleh puk...
No comments:
Post a Comment