Ia memalingkan wajah dan segera
mengelakkan hatinya, saat mnyadari ujung
mataku hampir mnggapai dan mnyentuh
nafasnya...
Ia lalu meludah, melontarkan sumpah atas
masa lalunya yang dulu ku jamah...
Dan seakan tiada maaf yang mampu terluah dari rona merahnya, maka ia pun merapatkan geraham
hingga berderak karena disesaki gemeretak dendam...
Ia begitu marah...
Dan tanpa kuduga, tiba-tiba ia
mengacungkan jari tengah seraya mendecak
geram pada suasana....
"Fuck you'' teriaknya...
Terserah...
Karena aku memang salah...
16 Oktober 2011
No comments:
Post a Comment