Mungkin kau tak menyadari, bahwa ocehan ceramah sucimu, tak lebih dari
deretan cibir yang merobek daun-daun telinga mangsamu.
Memang mungkin ada benarnya dengan semua ajaran akhlak yang kau punya
untuk kita cerna, tapi mengapa justru pengerdilan logika yang terjabar di atas
mimbar, saat engkau mengumbar dengan begitu lancar.
Aku pun menjadi sangsi, hingga membuatku bertarung dengan logika dan
perasaanku sndiri.
Siapa sebenarnya dirimu...?
Engkaukah si pencuci otak itu...?
13 Oktober 2011
Thursday, July 19, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Kubayangkan tangan-tangan yang saling menjamah dalam kegelapan, meremas dosa diantara pagutan liar yang katanya karena pembuktian cinta... L...
-
Dan aku ada diantara keringatmu yang tercucur deras di bentangan pagi yang masih rabun... Tererosi bersama gumulan debu karat dunia yang tak...
-
Usia hari kian renta, menua di langkahi ribuan cerita. Segala arti dan makna telah terperas di keranjang loaknya, menjadi hidangan mentah de...
No comments:
Post a Comment