Dari sebuah jaring laba-laba yang terentang di ketiak bangunan tua yang lapuk,
ku menerka akan kusamnya warna hidup yang kian tertelungkup.
Puluhan bangkai semangat telah terperangkap dan tak mampu menggeliat, seolah terikat kuat oleh getah-getah nafsu bejat yan berlipat-lipat.
Ia sudah tak berpenghuni, terabai dari jamahan jari-jari yang mungkin karena lemahnya
ekonomi.
Maka ia pun terbengkalai sia-sia, lalu menjadi kotak-kotak raksasa di atas tanah
sengketa warga.
Itulah nasibmu wahai villa, yang mungkin sebenarnya akan di jadikan gudang
dosa...
( Deretan bangunan tua yang kini menjadi gudang ranjang penuh dosa )_ Bengkulu, 15 Oktober 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Bahwa keindahan cinta itu, lebih dari apa yang engkau tulis di dalam puisimu. Bahkan seribu syair pujangga yang kau satukan dalam bukumu it...
-
Selalu saja kau berteori.. Mengangkangi alasan, sebagai penguat alibi... Tidakkah semua yan telah terbukti, membuatmu faham untuk mengerti.....
-
Aku bergerak diantara kucuran bulir-bulir keringat... Bernafas diatas sesaknya debu-debu yang menguap... Keping-keping rupiah seakan meremas...
No comments:
Post a Comment