Saturday, January 26, 2013

Ya ALLAH, sayangilah Jakarta dengan AL QUR'AN

Ya ALLAH, sayangilah Jakarta dengan AL QUR'AN...

Tulisan ini dapat anda temui jika anda melewati jl bangunan timur, sekitar 100m setelah belok kiri dari arah jl.balap sepeda, rawamangun, Jakarta timur. Tepatnya di depan masjid Al-Muttaqien.

Sungguh tulisan yang sangat meneduhkan hati. Dan seandainya tulisan ini menghiasi hampir semua perempatan jalan yang ada di ibukota, mungkin bisa menjadi "alarm hati" bagi siapa saja yang membacanya saat ingin melakukan sesuatu yang bisa merugikan lingkungan dan sesama...

Apakah hati anda setuju...?

Monday, January 21, 2013

Eits...ini bukan iklan, tapi cuma masalah penasaran...

Hampir setiap hari saya melewati Jl.boulevard raya Kelapa gading, baik saat berangkat maupun pulang kerja. Dan deretan motor yang terparkir di pinggir jalan ini selalu menyita konsentrasi pandangan saya saat mengemudikan motor. Tapi saya rasa bukan saya aja yang seperti itu, mungkin pengendara lainnya juga merasakan yang sama. Kenapa...? Karena selain terparkir melintang ke arah jalan dan bukan memanjang seperti kebanyakan parkiran, dia juga terlihat sangat terang dan kontras dengan yang ada di sekitarnya...

Dan karena hampir setiap hari saya melihatnya, maka akhirnya saya pun sadar bahwa diantara deretan parkir motor itu, ada satu motor yang berbeda.( pasti anda tertarik untuk mengecek kebenarannya di foto, iya kan...hehe...)

Iya, satu diantaranya hanya menggunakan box hitam polos tanpa ada embel-embel tulisan promosi "hot-hot"...

Disinilah letak penasaran saya...kok beda sendiri ya...siapa dia...?

Nah...karena saya penasaran, maka tadi pagi saat berangkat kerja, saya sempetin mampir cuma buat ngambil fotonya, untuk saya posting di blog Iseng doang ini. Siapa tau setelah saya posting dan ada yang baca lalu comment, bahwa bedanya karena ini dan yang punya adalah si ini...( ckckc...bener2 iseng doang...)

Sebenarnya sih tebakan saya banyak tentang motor yang beda sendiri itu, diantaranya...

1. Supervisor.
Kenapa...? Karena biasanya supervisor itu selalu di bedakan dengan bawahannya, contoh yang sering kita lihat dalam sebuah perusahaan adalah seragam. Nah, dalam hal ini pembedanya adalah box hitam polosnya...hehe...

2. Karyawan freelance
Kenapa...? Untuk memudahkan dia pada saat ada job yang lain, contohnya dari KFC, AW, Nasi Padang atau bahkan warteg yang delevery order. Jadi ga harus sibuk untuk menghapus tulisan...

3. Karyawan jenius
Loh, kok bisa...? Ya, ini tebakan saya...
sebelumnya mungkin box motor itu sama semua, tapi karena orang ini jenius akhirnya jadi hitam polos.
Penjabarannya begini, Jalan jakarta kan macet, musim banjir lagi. Sementara tempat dia bekerja adalah bagian pengantaran pizza dalam kondisi yang harus masih panas pada saat sampai kepada pemesannya. Jadi untuk mengakali agar tetap panas sampai tujuan walaupun terkena macet dan banjir, maka sekalian dia masukin kompor ke dalam boxnya kaya tukang siomay...
Jadi ngerti kan, kenapa jadi hitam polos...sebenarnya itu bukan hitam polos tapi gosong karena kelamaan di jalan...kena macet sih....hehe...

4......?
Ada yang yang tau kenapa dia beda...? Dan siapa yang punya...?

Nih penampakannya...

Sunday, January 20, 2013

Penanya VS orang yang di tanya..

Tadi siang, sehabis saya makan di warteg Berdiri Jaya di samping circle K, dekat STIE Rawamnagun, saya ga langsung pergi untuk melajutkan perjalanan, melainkan keluar dari warung dan istirahat sebentar di bangku kecil yang ada di depan warteg dengan seorang lelaki yang sedang merokok sambil memainkan bambu-bambu kecil di sela-sela giginya.

Di saat yang sama, tiba-tiba seorang pengendara motor dengan muka yang masih di tutup slayer, berhenti pas di depan lelaki yang merokok di samping saya tanpa mematikan mesin motornya.

"Bang, numpang nanya, jalan Haji Ten di mana ya...? Tanya sang pengendara motor setelah ia membuka slayer yang menutupi mukanya.

Wah...kelewat mas, puter balik aja lagi, terus lurus baru belok kanan...jawab lelaki yang ada di samping saya.

Lho...abis lurus kok malah di suruh ke kanan...? Jalan H.Ten kan ke kiri...orang ini jawabnya ngawur...tapi saya diem aja dan cuma protes dalam hati.

Kalo RW tujuh di mana bang...? Sang pengendara motor nanya lagi..

Saya ga tau, belok aja ke kanan ntar nanya lagi disana...? Jawab lelaki perokok cuek...

Abang tinggal di RW mana...? Tanya sang pengendara

Lho...kamu kok malah nanya RW saya...wajah lelaki perokok jadi berubah...

Ga bang, siapa tau RW abang deket sama RW  yang saya cari, jadi kan gampang ketemunya...jawab sang pengendara motor menjelaskan...

Saya juga emang RW tujuh, tapi RW yang di kampung dan bukan RW yang di jalan H.Ten seperti yang kamu cari, nanya kok detail bener...udah di kasih tau puter balik, lurus, baru belok kanan setelah itu baru nanya lagi di sana, malah balik nanya abang RW berapa...tolol...udah untung kamu saya kasih tau... kata lelaki perokok sepertinya mulai emosi..

Namanya juga nanya bang...ya detail...gimana sih... jawab sang pengendara motor sambil putar arah...

Goblok...udah nanyanya ga sopan ..mesin ga di matiin, ga pake turun dari motor lagi..tolol...

Saya cuma diem, melihat lelaki perokok yang tampaknya mulai emosi...

Sementara sang pengendara motor itu, terus meluncur lurus dengan lampu sen yang menyala sebelah kanan...

Jalan H.Ten kan ke kiri..
Kasian...pasti nyasar...batinku...

Nih dia foto warteg tempat aku makan, saya ga berani ngambil foto lelaki perokok itu, takut tersinggung...

Penanya VS orang yang di tanya..

Tadi siang, sehabis saya makan di warteg Berdiri Jaya di samping circle K, dekat STIE Rawamnagun, saya ga langsung pergi untuk melajutkan perjalanan, melainkan keluar dari warung dan istirahat sebentar di bangku kecil yang ada di depan warteg dengan seorang lelaki yang sedang merokok sambil memainkan bambu-bambu kecil di sela-sela giginya.

Di saat yang sama, tiba-tiba seorang pengendara motor dengan muka yang masih di tutup slayer, berhenti pas di depan lelaki yang merokok di samping saya tanpa mematikan mesin motornya.

"Bang, numpang nanya, jalan Haji Ten di mana ya...? Tanya sang pengendara motor setelah ia membuka slayer yang menutupi mukanya.

Wah...kelewat mas, puter balik aja lagi, terus lurus baru belok kanan...jawab lelaki yang ada di samping saya.

Lho...abis lurus kok malah di suruh ke kanan...? Jalan H.Ten kan ke kiri...orang ini jawabnya ngawur...tapi saya diem aja dan cuma protes dalam hati.

Kalo RW tujuh di mana bang...? Sang pengendara motor nanya lagi..

Saya ga tau, belok aja ke kanan ntar nanya lagi disana...? Jawab lelaki perokok cuek...

Abang tinggal di RW mana...? Tanya sang pengendara

Lho...kamu kok malah nanya RW saya...wajah lelaki perokok jadi berubah...

Ga bang, siapa tau RW abang deket sama RW  yang saya cari, jadi kan gampang ketemunya...jawab sang pengendara motor menjelaskan...

Saya juga emang RW tujuh, tapi RW yang di kampung dan bukan RW yang di jalan H.Ten seperti yang kamu cari, nanya kok detail bener...udah di kasih tau puter balik, lurus, baru belok kanan setelah itu baru nanya lagi di sana, malah balik nanya abang RW berapa...tolol...udah untung kamu saya kasih tau... kata lelaki perokok sepertinya mulai emosi..

Namanya juga nanya bang...ya detail...gimana sih... jawab sang pengendara motor sambil putar arah...

Goblok...udah nanyanya ga sopan ..mesin ga di matiin, ga pake turun dari motor lagi..tolol...

Saya cuma diem, melihat lelaki perokok yang tampaknya mulai emosi...

Sementara sang pengendara motor itu, terus meluncur lurus dengan lampu sen yang menyala sebelah kanan...

Jalan H.Ten kan ke kiri..
Kasian...pasti nyasar...batinku...

Nih dia foto warteg tempat aku makan, saya ga berani ngambil foto lelaki perokok itu, takut tersinggung...

Bermain dengan bola matahari...

Untuk bermain dengan bola matahari seperti foto di bawah ini cukup sederhana, kamu hanya butuh kamera yang beresolusi tinggi ( jangan kayak punya saya yang cuma 5 MP dari hanphone merek MotorLola, jadi hasilnya ga maksimal).
Selain itu kamu juga butuh teman yang punya keahlian memotret dan punya kesabaran tinggi, soalnya bisa sampai puluhan kali jepret hanya untuk mendapatkan satu foto yang pas, bayangin kalau kamu mau dapat sembilan foto seperti saya...

Selanjutnya hanya butuh matahari yang bersinar terang di waktu senja...

Dan jangan lupa, siapkan air minum, karena saya jamin  kamu akan capek dan mengeluarkan keringat yang sangat banyak saat melompat untuk pengambilan gambar. Ingat... !! untuk mendapatkan satu foto yang maksimal, mungkin kamu butuh puluhan kali lompatan, jadi kalau maunya sembilan, ya... tinggal kalikan saja...hehe...

Ini dia foto saya yang lagi asyik bermain dengan matahari..( bangga, walaupun jauh dari kata sempurna..)

Rahasia foto tangan raksasa yang tercelup di air laut...

Foto ini asli tangan saya loh, setelah meniru foto-foto yang sering saya lihat di instagram...

Caranya cukup gampang kok...mau tau...?

Nih caranya...

1. Siapkan benda apa saja yang bisa kamu lempar ke air (laut, danau, empang, kolam, atau di baskom, hehe..)
Usahakan yang berat(batu, kayu, sepatu, kulkas atau kalo perlu pacar kamu, hehe....) agar pusaran riak air yang tercipta terlihat luas lingkarannya...

2. Siapkan teman, kerabat, saudara, atau siapa saja yang lewat di samping kamu asalkan dia super jago lempar. Lebih bagus lagi kalo dia mantan juara atlet lempar lembing se-indonesia. Karena dialah nantinya yang akan melempar batu, kayu, sepatu, atau pacar kamu ke air...hehe...

3. Siapkan tangan kiri dengan telunjuk yang siap tercelup ke air..(seolah-olah..)

4. Siapkan tangan kanan beserta dengan kameranya (Soalnya kalo ga ada kameranya gimana mau ada hasilnya, kan mau moto...)  Bagi yang kidal silahkan di tukar aja nomer 3 dan 4, ga usah memaksakan untuk mengikuti cara saya, karena kamu kan ga bego-bego amat,ya kan...?

5. Siapkan suara teriakan untuk menghitung satu, dua dan tiga, sebelum ritual pencelupan di lakukan. Agar waktu pelemparan, pencelupan yang seolah-olah dan pemotretan, hasilnya benar-benar pas pada tengah-tengah pusaran riak air...

Selain itu, suara teriakan juga di siapkan untuk menggertak orang-orang di sekitar kamu (siapa tau ada yang iseng untuk melempar sebelum atlet lempar lembing kamu melempar...) karena hal seperti itu bisa membuat hasil ritual tangan raksasa jadi berantakan...)

Nah itulah caranya, gampang kan..?
Selamat mencoba...

Tentang telepon umum di perbatasan...

Foto ini saya ambil pada saat saya ada di Desa Atapupu, Atambua Kab Belu, NTT dekat perbatasan indonesia - Timor Leste.

Yang membuat saya bingung, arah tanda panah yang di tunjuk justru menuju jalan setapak dan itu adalah arah naik ke gunung.
Parahnya lagi, jaraknya masih satu kilometer....

Mampus ...

Mau liat fotonya....?
Nih dia....

Supir hebat

Ada ga yang mau jadi supir mobil ini...

Tinggi muatan adalah 3,8 m sementara tinggi papan iklan di jalan adalah 3,5 m, dan jumlah papan ikan yang harus di lewati di sepanjang perjalanan adalah 15...

(Foto asli, tapi info beritanya bohong..)

Evolusi tusuk gigi dadakan