Guguran wabah hening perlahan turun merayapi anak tangga langit, menjangkiti katup mata, membuai hati untuk segera meraih selimut mimpi...
Desiran angin menyela, tawarkan elusan lembut sebelum gelaran mimpi terhampar di pelataran bumi...
Lirikan bulan yang sedari tadi mengintip dari mata sabitnya, seakan berbisik tentang arakan
awan yang masih enggan melangkahi temaram...
Dan aku masih di sini, sendiri dalam perenungan yang sebentar lagi ku yakin akan menguap oleh siraman cahaya pagi...
Dua belas - empat
Tg.priuk,230413