Wednesday, April 24, 2013

Dua belas - empat

Guguran wabah hening perlahan turun merayapi anak tangga langit, menjangkiti katup mata, membuai hati untuk segera meraih selimut mimpi...

Desiran angin menyela, tawarkan elusan lembut sebelum gelaran mimpi terhampar di pelataran bumi...

Lirikan bulan yang sedari tadi mengintip dari mata sabitnya, seakan berbisik tentang arakan
awan yang masih enggan melangkahi temaram...

Dan aku masih di sini, sendiri dalam perenungan yang sebentar lagi ku yakin akan menguap oleh siraman cahaya pagi...

Dua belas - empat

Tg.priuk,230413

Tuesday, April 23, 2013

Ceramah gumpalan udara...

Tanpa henti, lengan angin terus saja menampar rasa kantukku, memaksa kemalasanku untuk tunduk pada kewajiban yang kaku...

Dan bersama dengan ribuan lengan-lengan angin yang lain, ia terus mengibas tanpa titik jeda dan melaju tanpa mata arah, seraya mengayunkan tebasan sumpah tentang kekuasaan yang di milikinya...

Katanya...
Dialah wujud dari gumpalan udara hingga nafasku masih mampu menghitung usia...

Katanya...
Dialah wujud dari sekumpulan udara, hingga kibaran layar mampu terkembang membelah
samudera...

Katanya...
Dialah wujud dari sekawanan udara, hingga riak air terjungkal menjadi gulungan ombak perkasa...

Katanya...
Dialah wujud dari serangkaian udara, yang menggiring hawa, membentuk lingkaran cuaca...

Katanya...
Ya, aku percaya...
Bahwa engkau adalah penguasanya...

Maka lewat sembah, izinkanlah aku mengulurkan pinta...

Redakanlah sedikit kekuatanmu...
Lemahkanlah sedikit kibasanmu...

Karena aku mulai menyerah...
Dan sepertinya mau muntah...

Tg.Priuk-120413

Evolusi tusuk gigi dadakan