Saturday, April 1, 2017

BAHAGIA ITU SEDERHANA...

Bismillahirrahmanirrahim...


Sampai saat ini Saya masih menganggap, bahwa salah satu cara paling mujarab untuk menciptakan kebahagiaan sederhana walaupun cuma sekejap, adalah berbuat iseng.
Entah mengapa dengan melakukan satu keisengan, Saya merasa ada kepuasan tersendiri yang kemudian Saya terjemahkan sebagai kebahagiaan sederhana. Dan Saya yakin sebagian besar dari kita punya cara tersendiri untuk menciptakan kebahagiaan sederhana itu walaupun mungkin dengan cara yang berbeda. Tapi disini, Saya lebih memilih cara yang sederhana, yaitu cukup berbuat iseng.


Mungkin bagi kalian ini terdengar sedikit konyol dan tidak masuk akal, tetapi tidak bagi saya. Karena menurut penafsiran otak saya, kebahagiaan yang sederhana itu bisa diciptakan dan selalu ada di sekeliling kita, kapan saja dan dimana saja.

Sebagai contoh, setiap kali berjalan di trotoar, saya selalu menyempatkan diri untuk meniti batas pinggiran trotoar yang lebih tinggi barang sejenak, sekitar 7 sampai 10 langkah. Entah kenapa, saya menikmatinya. Dan itu saya anggap sebagai kebahagiaan sederhana.
Di lain waktu, saat sedang makan, jumlah biji nasi yang masih tersisa karena tak terangkut oleh cidukan sendok, Saya hitung satu persatu sebelum saya kumpulkan di tepi lekukan piring, yang selanjutnya Saya ciduk ulang dengan sendok hingga tak tersisa. Dan saya menikmatinya. Kebahagiaan sederhana yang kedua.

Ok, daripada harus panjang lebar, inilah daftar keisengan Saya yang kemudian
Saya artikan sebagai kebahagiaan sederhana.




1. Saat masih kecil, setiap kali menemukan penumpukan aspal di jalan raya, maka saya rela untuk panas-panasan hanya untuk menulis nama diatas aspal yang mulai lembek karena terik matahari dengan menyusun batu-batu kerikil.

                                   

2. Sambil membakar sampah, lelehan bahan plastik yang terbakar dengan warna yang berbeda, kadang saya satukan diatas benda keras yang rata seperti triplex atau papan kayu, hanya untuk menciptakan distorsi warna yang saya anggap indah dan punya nilai seni.




3. Setiap kali harus menjadi tukang kayu dadakan di rumah karena ada yang perlu di perbaiki, entah mengapa pada saat ritual memaku, selalu saja ada irama pukulan palu sebelum paku benar-benar tertancap ke dalam kayu.




4. Di saat ada kesempatan untuk menyiram tanaman, tak pernah lupa untuk mengagetkan orang yang lewat dengan pura-pura tak sengaja menyirami kakinya.




5. Ketika tahu ada seorang teman yang takut gelap, maka saklar lampu sering saya jadikan pemicu ketakutannya, dengan alasan mati lampu. Lalu bilang , wuuuuu ada hantu....




6. Ketika sedang belajar bersama, sobekan kertas yang tidak terpakai pasti akan jadi rebutan untuk dijadikan bola-bola kecil, lalu di lempar ke keranjang tempat sampah seolah sedang main bola basket.




7. Di dalam WC, pada saat menunggu proses keluarnya kotoran dari lubang pantat, entah mengapa tangan saya sibuk menulis sesuatu diatas air yang ada di ember. Bahkan berulang-ulang sampai lubang pantat tidak lagi bekerja memotong-motong kotoran. 




8. Seandainya saya seorang perokok, mungkin saya juga akan melakukan hal yang sama seperti mereka yang merokok, seperti membuat bulatan-bulatan pada saat membuang asapnya, atau sesekali memutar rokok yang masih menyala di dalam mulut dengan menggunakan keahlian lidah. 




9. Walaupun sebenarnya kotor, tapi pada saat waktu dan tempatnya pas, maka saya akan melakukanya.
Contohnya saat melihat ada genangan air yang sedikit berlumpur dan ada tembok disampingnya yang sudah dicat walaupun kusam. Dengan modal hentakan kaki saya mencoba membuat lukisan abstrak di tembok dengan air lumpur itu.




10. Saat naik sepeda, cara berhenti yang paling sering saya lakukan adalah dengan melompat lebih dulu  baru menangkap sedel tempat duduknya dari arah belakang. Tapi teman saya punya cara lain, yaitu dengan membuat gerakan sedikit berbelok sambil memiringkan stangnya sehingga ban belakang akan terseret sampai berhenti. Katanya dia puas mendengar suara bannya yang terseret.


11. Dirumah, ketika melihat kucing lagi bengong, otak iseng saya tiba-tiba bekerja untuk menipunya. Cukup dengan memainkan suara ckckck....sambil tangannya menggenggam seolah punya makanan dan siap untuk di bagi, dengan cepat kucing berdiri kegirangan. Lalu saya pura-pura melempar, si kucing pun siap berlari mengejar arah lemparan, tapi tak ada makanan. Si kucing terdiam, dari tatapannya saya tahu dia kecewa. Tapi aku puas...




12. Saat membuat tulisan, tidak lupa untuk memberi judul yang menggoda padahal isinya mengada-ada.








Bersambung....

KARENA CINTA, ENGKAU ADA

Bahwa keindahan cinta itu, lebih dari apa yang engkau tulis di dalam puisimu.
Bahkan seribu syair pujangga yang kau satukan dalam bukumu itu pun, belum mampu menuangkan keindahannya padamu.

Dan jangan pula engkau menganggap bahwa helaian warna pelangi di senja itu, sebagai jawaban keindahan seperti yang engkau bayangkan.

Apalagi bunga yang dari kuncup hingga dia merekah, bukanlah wajah cinta yang sesungguhnya, karena kelak ia kan terkulai layu menyembah keabadian sang waktu yang  menggilasnya.

Cinta itu bukan kata, yang teranyam hanya dari jalinan lima aksara. Hingga engkau begitu pongah saat mampu menuliskannya dengan tinta. Tapi dialah aksara itu, yang tanpa engkau tata, ia kan tetap ada dengan sejuta penafsirannya.

Cinta itu bukanlah syair punjangga yang berdesakan untuk kau ucapkan, tapi dialah yang mendesakmu untuk mencipta hingga berjuta-juta.

Cinta bukan pula helaian warna yang terajut indah menyejukkan mata,  tapi dia ada diantaranya, diantara warna dan mata yang melihatnya.

Cinta juga bukanlah bunga yang teriring bersama kecupannya, apalagi di terjemahkan sebagai lambang sempurna saat mengungkapkannya.

Karena dia tercipta jauh sebelum semua itu ada, sebelum bunga bersama kecupannya, sebelum engkau mengungkapkannya.


Pahamilah cinta, cukup dengan bahasa sederhana.
Bahwa engkau ada karenanya.
Bahwa karenanya semua tercipta.


Westport, 300317

Evolusi tusuk gigi dadakan