Engkau masih saja memaki laju angin karena menamparmu dari segala penjuru, padahal engkau tahu bahwa dialah yang memulangkan moyangmu dari perantauan yang jauh...
Bahkan engkau berani meludahinya dengan sumpah yang menggerutu, walaupun engkau sadar bahwa limpahan rejeki yang kini ada di saku-saku bajumu, adalah bukti nyata dari upah tamparannya pada moyangnya dahulu...
Dan engkau selalu tahu bahwa moyangmu adalah pelaut ulung dengan kembangan layarnya yang membumbung, tapi mengapa engkau masih saja merasa belum beruntung saat kerjamu hanya mematung dan mematung...
Hm...
(Engkau = aku)
Port Klang, 130914
No comments:
Post a Comment