Friday, June 29, 2012

Sakit gigi...

Aku yang terkapar setengah mati dalam bungkusan rasa sakit dari bengkaknya gusi, cuma bisa merintih di atas jungkiran balik dari sendi-sendi ringkukan kaki.

Kepulan nyawa seakan hanya tinggal segelembung buih lagi dan mungkin kurang seinci dari jangkauan duri pengundang letusan mati.

Bahkan seutas bisikan seorang teman yang membawa segudang anjuran pun, seolah telah menjadi teriakan serak yang meledakkan rahang-rahang.

Yang ada hanyalah cakar-cakar belatung bergerigi besi, mencabik-cabik, mengoyak habis tubuh serdadu pengunyahku.

Aku terkapar setengah mati, roboh diapitan himpit sang gusi...

Sakit gigi_Surabaya,270612

Maafkanlah aku....

Ketika gumpalan sisa badai kesedihan mulai mengalir di sudut
pancaran mata beningmu...

Maka saat itulah ku sadari bahwa sepucuk
lembing kesalahan telah aku lempar dan menembus relung hatimu, dan akhirnya menjadi pecahan tangis yg menggerimis...

Dulu, kemarin, dan hari ini pun ternyata masih sama, tatkala
linangan itu kembali terbuncah mengurai air mata...

Hingga ke'diam'an
kata-kata seolah menjadi istana pemayung resah yang
mengantarmu pada kebencian yang nyata...

Ku akui bahwa luka memang ku datangkan untukmu lewat nafas
keegoisanku, tapi bukankah lebarnya tengadah jemari maafku
begitu pasrah memohon kepadamu....?

Maafkanlah aku.....

surabaya,260612

Dosa cinta....

Kubayangkan tangan-tangan yang saling menjamah
dalam kegelapan, meremas dosa diantara
pagutan liar yang katanya karena pembuktian
cinta...

Lalu ketika lembaran tipis yang menutupi suci
mahkota mulai pecah karena hujaman
tanduk dari setan-setan durjana...

Maka tumpahlah
semua keruhnya penyesalan yang mungkin tak
lagi berguna...

Dan sekarang engkau terisak pilu menuntut
kesetiaan tanggung jawab dari sang perobek
selaputmu...

Sementara ia yang telah puas mendobrak pintu
surgamu, kini enyah entah kemana...

Masihkah engkau meng'agung'kan cinta
diatas pusara nafsumu yang penuh dosa....?

surabaya, 020612

Nasib bawahan....

Sepotong telunjuk seakan begitu perkasa
menodongkan perintah tepat di atas
hidungku, memaksa dengan pecutan wajah
garang sebagai pengukuh tanda kekuasaan...

Gumpalan daging kemalasan pun tercabik-
cabik, hingga reruas tulang asa semangat
kembali menegak walau tetesan darah
ke'enggan'an masih tampak melumuri
ketidakberdayaan...

Seperti inikah nasib jadi bawahan....?

Batu layang-Pontianak, 160612

Tuesday, June 12, 2012

Gersang..

Di sepanjang lesatan peluru retina mataku, tampak deretan bukit tandus dengan punggung bebatuan hitam, yang seolah pasrah di tengkurapi oleh retakan bongkah yang mengerontang di mana-mana...

Namun, lintasan aspal yang mengular di kaki lembah, sedikit menjadi pemisah warna indah, antara pahatan tebing alam dunia dengan hempasan air laut pasang yang menjilat dari arah utara...

Dan barisan pohon kerdil dengan juraian akar yang melilit di sela bebatuan, juga reranting patah yang menelanjang tanpa helaian pucuk daun nyata, seakan bercerita tentang bau nafas kegersangan dari abad yang begitu lama...

Atapupu, perbatasan Indonesia-Timor Leste, 070212

Air persahabatan

Tawa kekakar tersembur diantara ocehan ngawur para pemuja air perasan tuba anggur..

Terkoar kasar tanpa kemudi nalar yang sadar, hingga melibas habis deretan bangku ketenangan yang sedari tadi kutunggangi menuju alam perenungan...

Gelegak tawa riang tak henti mereka bahakkan, iringi dencingan adu dari dua sulang air tuangan...

Ya... Dengan dalil pergaulan silaturahmi dan ayat kebersamaan, air perasan tuba anggur dijadikan tuangan rasa syukur pada keakraban....

Hm....mungkin seperti itulah cara mereka memaknai persahabatan ........

Atambua,NTT-280212

Tes....tes...orang kampung nyoba mo ngeBlog nih...

Evolusi tusuk gigi dadakan