Di sepanjang lesatan peluru retina mataku, tampak deretan bukit tandus dengan punggung bebatuan hitam, yang seolah pasrah di tengkurapi oleh retakan bongkah yang mengerontang di mana-mana...
Namun, lintasan aspal yang mengular di kaki lembah, sedikit menjadi pemisah warna indah, antara pahatan tebing alam dunia dengan hempasan air laut pasang yang menjilat dari arah utara...
Dan barisan pohon kerdil dengan juraian akar yang melilit di sela bebatuan, juga reranting patah yang menelanjang tanpa helaian pucuk daun nyata, seakan bercerita tentang bau nafas kegersangan dari abad yang begitu lama...
Atapupu, perbatasan Indonesia-Timor Leste, 070212
No comments:
Post a Comment