Sepotong telunjuk seakan begitu perkasa
menodongkan perintah tepat di atas
hidungku, memaksa dengan pecutan wajah
garang sebagai pengukuh tanda kekuasaan...
Gumpalan daging kemalasan pun tercabik-
cabik, hingga reruas tulang asa semangat
kembali menegak walau tetesan darah
ke'enggan'an masih tampak melumuri
ketidakberdayaan...
Seperti inikah nasib jadi bawahan....?
Batu layang-Pontianak, 160612
No comments:
Post a Comment