Terkadang, seribu tunas kegusaran akan terus tumbuh hingga menjadi belukar benci yang menjangkiti hati, tatkala benih penafsiran tak lagi berdasar pada gundukan logika murni yang kita miliki...
Bayangan hitam dari setiap jengkal permasalahan pun akan tampak semakin melegam, seakan ingin menenggelamkan semua pemahaman yang telah kita yakini sebagai sebuah penyelesaian...
Lalu tanpa kita sadari, lilitan hasut akan berubah menjadi rantai tuduh yang siap mencekik siapa saja dengan argumentasi pembenaran yang tak sejalan dan sefaham...
Ya, seperti itulah kita yang masih setia bergelayut pada ranting keegoisan dan selalu ingin menang sendiri...
Tak akan pernah ikhlas untuk mengakui suara kebenaran dari letusan pendapat yang tercetus dari mulut sang lawan...
Tak terkecuali aku, kau, juga mereka...
Jakarta, 110513