Wednesday, May 15, 2013

Ceceran sumpah, peregang nyawa...

Kulihat jutaan telunjuk yang teracung tajam menujam ke arahku...
Runcing dengan kuku cakar  bergerigi yang seolah siap menguliti dan memangsaku...

Juga gemaung suara ocehan cerca yang kian menggema di lelorong cuping-cuping telinga, laksana getaran suara sangkakala yang akan segera meniupkan ledakan kiamat pada lembaran nyawa yang aku punya...

Ceceran sumpah pun telah terserapah tak terbendung hingga terserak semaunya, tanpa peduli akan elakan bantah yang aku koarkan sebagai sanggahan nyata...

Ah...lagi-lagi nyawaku harus meregang karena ulahnya...

Jakarta,140513

No comments:

Post a Comment

Evolusi tusuk gigi dadakan