Di dinding langit, tampak ayunan langkah sang detik yang begitu gontai mengitari wajah matahari...
Ia begitu lamban, seakan tungkai-tungkai kaki sang menit adalah tungkai sang juara pelari yang mustahil untuk di langkahi...
Juga deretan angka-angka yang bergelantungan di pelipis waktu, kini semakin mengusam karena tak terjamah oleh gilasan kaki sang detik maupun lindasan tungkai sang menit...
Putaran roda waktu terasa begitu panjang dan lama, seolah laju kayuhan semangat tak lagi mampu mengitari lingkaran masa yang terus menggelinding dan kuyakini pasti akan semakin menua...
Hm...mungkin itulah sebabnya mengapa wajah matahari yang sedari tadi tersenyum dari arah timur cerah, tak kunjung rebah lalu merekahkan senja di ujung barat sana...
Tapi, bukankah hari ini harus di akhiri dengan cengkeraman malam yang akan datang dengan jubah hitamnya, sehingga pagi akan kembali menjadi penguasa sementara di keesokan harinya...?
Ah...entahlah...
Jakarta, 150513
No comments:
Post a Comment