Friday, June 14, 2013

Menanti gaji...

Dari ketinggian tebing kegeraman, gemeretak garaham teradu lantang dengungkan ancaman...

Kelembutan suara pun telah pecah menjadi serakan sumpah, saat umbaran janji tak kunjung sampai di kerontangnya pundi-pundi rejeki...

Ya, mereka telah meruncingkan kemarahan, yang mungkin akan segera teracung tajam kepada siapa saja yang berani tawarkan
elusan peredam...

Hm...

Karena memang harus di akui, bahwa aroma ketidak-wajaran telah hinggap di atas geladak-
geladak hati mereka yang sebentar lagi akan mati ...

_Mereka yang menanti umbaran janji untuk di gaji, yang ternyata hanya jadi pengobar api emosi_

Jakarta, 140613

Friday, May 17, 2013

Tentang kita yang masih setia bergelayut pada ranting keegoisan...

Terkadang, seribu tunas kegusaran akan terus tumbuh hingga menjadi belukar benci yang menjangkiti hati, tatkala benih penafsiran tak lagi berdasar pada gundukan logika murni yang kita miliki...

Bayangan hitam dari setiap jengkal permasalahan pun akan tampak semakin melegam, seakan ingin menenggelamkan semua pemahaman yang telah kita yakini sebagai sebuah penyelesaian...

Lalu tanpa kita sadari, lilitan hasut akan berubah menjadi rantai tuduh yang siap mencekik siapa saja dengan argumentasi pembenaran yang tak sejalan dan sefaham...

Ya, seperti itulah kita yang masih setia bergelayut pada ranting keegoisan dan selalu ingin menang sendiri...

Tak akan pernah ikhlas untuk mengakui suara kebenaran dari letusan pendapat yang tercetus dari mulut sang lawan...

Tak terkecuali aku, kau, juga mereka...

Jakarta, 110513

Wednesday, May 15, 2013

Ceceran sumpah, peregang nyawa...

Kulihat jutaan telunjuk yang teracung tajam menujam ke arahku...
Runcing dengan kuku cakar  bergerigi yang seolah siap menguliti dan memangsaku...

Juga gemaung suara ocehan cerca yang kian menggema di lelorong cuping-cuping telinga, laksana getaran suara sangkakala yang akan segera meniupkan ledakan kiamat pada lembaran nyawa yang aku punya...

Ceceran sumpah pun telah terserapah tak terbendung hingga terserak semaunya, tanpa peduli akan elakan bantah yang aku koarkan sebagai sanggahan nyata...

Ah...lagi-lagi nyawaku harus meregang karena ulahnya...

Jakarta,140513

Tuesday, May 14, 2013

Matahari yang tak kunjung rebah...

Di dinding langit, tampak ayunan langkah sang detik yang begitu gontai mengitari wajah matahari...

Ia begitu lamban, seakan tungkai-tungkai kaki sang menit adalah tungkai sang juara pelari yang mustahil untuk di langkahi...

Juga deretan angka-angka yang bergelantungan di pelipis waktu, kini semakin mengusam karena tak terjamah oleh gilasan kaki sang detik maupun lindasan tungkai sang menit...

Putaran roda waktu terasa begitu panjang dan lama, seolah laju kayuhan semangat tak lagi mampu mengitari lingkaran masa yang terus menggelinding dan kuyakini pasti akan semakin menua...

Hm...mungkin itulah sebabnya mengapa wajah matahari yang sedari tadi tersenyum dari arah timur cerah, tak kunjung rebah lalu merekahkan senja di ujung barat sana...

Tapi, bukankah hari ini harus di akhiri dengan cengkeraman malam yang akan datang dengan jubah hitamnya,  sehingga pagi akan kembali menjadi penguasa sementara di keesokan harinya...?

Ah...entahlah...

Jakarta, 150513

Wednesday, April 24, 2013

Dua belas - empat

Guguran wabah hening perlahan turun merayapi anak tangga langit, menjangkiti katup mata, membuai hati untuk segera meraih selimut mimpi...

Desiran angin menyela, tawarkan elusan lembut sebelum gelaran mimpi terhampar di pelataran bumi...

Lirikan bulan yang sedari tadi mengintip dari mata sabitnya, seakan berbisik tentang arakan
awan yang masih enggan melangkahi temaram...

Dan aku masih di sini, sendiri dalam perenungan yang sebentar lagi ku yakin akan menguap oleh siraman cahaya pagi...

Dua belas - empat

Tg.priuk,230413

Tuesday, April 23, 2013

Ceramah gumpalan udara...

Tanpa henti, lengan angin terus saja menampar rasa kantukku, memaksa kemalasanku untuk tunduk pada kewajiban yang kaku...

Dan bersama dengan ribuan lengan-lengan angin yang lain, ia terus mengibas tanpa titik jeda dan melaju tanpa mata arah, seraya mengayunkan tebasan sumpah tentang kekuasaan yang di milikinya...

Katanya...
Dialah wujud dari gumpalan udara hingga nafasku masih mampu menghitung usia...

Katanya...
Dialah wujud dari sekumpulan udara, hingga kibaran layar mampu terkembang membelah
samudera...

Katanya...
Dialah wujud dari sekawanan udara, hingga riak air terjungkal menjadi gulungan ombak perkasa...

Katanya...
Dialah wujud dari serangkaian udara, yang menggiring hawa, membentuk lingkaran cuaca...

Katanya...
Ya, aku percaya...
Bahwa engkau adalah penguasanya...

Maka lewat sembah, izinkanlah aku mengulurkan pinta...

Redakanlah sedikit kekuatanmu...
Lemahkanlah sedikit kibasanmu...

Karena aku mulai menyerah...
Dan sepertinya mau muntah...

Tg.Priuk-120413

Friday, March 29, 2013

Nasib kambing di ibukota...

Apakah anda ingin tahu bagaimana cara kambing bisa bertahan hidup di ibukota, dimana hijaunya rumput menjadi barang langka dan sangat berharga bagi mereka...?

Salah satu cara untuk bisa bertahan hidup adalah dengan memakan apa saja yang ada di tempat sampah, termasuk kertas minyak dan koran bekas bungkusan nasi uduk.

Tak percaya...?

Nih penempakannya...

Salah satu dari seribu penyebab kemacetan panjang di jalan kecil ibukota...

Dan saya yakin anda-anda semua pasti tahu bagaimana kemacetan yang hampir setiap hari menyiksa kita di jalanan, adalah sebenarnya akibat dari ulah kita sendiri sebagai pengendara...

Sebagai contoh, para pengendara sepeda motor yang kadang tak mau mengalah hingga mengakibatkan penumpukan di perempatan yang tak berlampu lalulintas...

Dan masih banyak penyebab-penyebab lain yang ujung-ujungnya akan membuat perjalanan kita tersendat...

Salah satunya adalah seperti gambar yang ada di bawah ini, seorang supir ceroboh yang super bego, bodoh dan tolol, telah menjadi penyebab utama dari kemacetan panjang di jalanan kecil di jakarta...

Silahkan ada perhatiakan sendiri, box mobilnya tersangkut pada atap gapura, yang saya kira mungkin bisa di prediksi sebelum melewatinya...tapi ya...itulah, mungkin sang supir emang dasar tolol bin goblok (maaf)...

Dan tahukah anda bagaimana caranya agar mobil ini bisa lolos dari atap gapura...?

Membongkar atapnya...?  tentu tidak,karena sang supir tak mau ganti rugi...

Terus bagaimana...?

Cukup dengan membuang angin dari 10 bannya (di kempesin)...

Dasar supir tolol, bego, goblok...

Monday, March 25, 2013

Tentang bisikanmu...

Kudengar ia berbisik dari arah sebelah kiri telingaku, mendengungkan suara yang sampai saat ini belum mampu aku cerna dengan syaraf-syaraf otakku...

Ia bercerita tentang segala isi dunia, yang katanya sebentar lagi akan tergenggam erat dengan cengkeraman jari-jarinya...

Cerita pun mengalir deras, dan terus bergejolak di atas hamparan kisah yang tak ada ujung pangkalnya...

Kini, dengung bisikannya telah berubah jadi lengking teriakan, dan bahkan semburan buih-buih busa air liur telah menjadi gumpalan kental yang menggenang di mana-mana...

Tampaknya Ia mulai murka, dan mengutuk semua cara yang telah di halalkannya...

Aku hanya mematung tanpa kata, belum mampu percaya dengan segala ocehannya...

Dan ku biarkan ia mengejang, kaku dalam genangan busa air liurnya...

Selamat jalan kawan, bisikkanlah aku semangat, tanpa harus membuatku lupa akan makna dari halalnya segala cara...

Buaran-Jakarta, 260313

Tuesday, February 12, 2013

Tukang sampah, bukti dari korban koruptor mafia pajak...

Hm...lagi-lagi keisengan saya muncul pada saat terjebak macet di salah satu jalan yang ada di jakarta timur tepatnya di jalan pulomas raya. Sebuah gerobak sampah yang sepertinya masih kosong, yang mungkin karena masih pagi dan belum memulai aktifitasnya, ataukah dia masih dalam perjalanan menuju area kerjanya dan sama-sama terjebak oleh "jaring laba-laba jakarta" yaitu kemacetan...entahlah...

Bagi saya ada sesuatu yang menarik dari gerobak sampah itu, hingga mampu membawa pemikiran saya pada penafsiran yang sangat jauh. Coba anda perhatikan di sisi gerobak sebelah kiri, aneka tulisan tertera dengan jelas bagi siapa saja yang melihatnya, dan mungkin saja tulisan itu adalah sebagai ungkapan hati bagi penulisnya, ya..siapa lagi kalau bukan penarik gerobak itu sendiri...

Yuk...kita tafsirkan sendiri-sendiri tulisannya, (silahkan anda scroll kebawah untuk liat fotonya..) tulisan pertama, KORBAN KORUPTOR MAFIA PAJAK. Hm...kalau mau di kaitkan secara langsung, sepertinya terlalu jauh untuk di jadikan sebagai pembuktian bahwa dia adalah korban dari sang koruptor mafia pajak. Tapi coba anda runut lagi, di runut kebelakang lagi, lagi dan lagi...kira-kira apa yang bisa anda temukan...
bagi saya adalah anggukan iya bahwa memang ada benarnya.

Tulisan yang kedua sepertinya agak menggelitik, SORI SAYANG KU GADAY KAN CINTAKU PADA JANDA. Hehe...sepertinya ada unsur selingkuh disini, ataukah  poligami... ?  Entahlah...bisa jadi malah madu tiga....
Tapi saya rasa patut untuk kita acungin jempol karena ternyata masih ada kejujuran disana dengan ia mau mengakui perbuatannya...

Selanjutnya tertulis KUTUNGGU JANDAMU...satu kata dari saya, teguh...
yah..pendiriannya teguh.

Dan lihatlah betapa romantisnya sang tukang sampah dengan tulisan lainnya, BERAT CINTAKU TAK SEBERAT SAMPAHMU PADAKU. Hehe...kebayang ga cinta dia seberat apa, kalau gerobak sampahnya sendiri sebesar itu, apalagi sampai penuh...

Lalu sekarang apa yang bisa anda simpulkan dengan semua tulisan yang telah anda baca pada gerobak sampah itu...?

Mau tau tafsiran saya, pemikiran saya, tebakan dan terawang saya tentang tulisan di gerobak tukang sampah itu...? Ini dia...

Stttt...ini rahasia, sebenarnya dia adalah supir pribadi Gayus Tambunan. Berhubung karena Gayus di tangkap KPK, akhirnya dia mengganggur setelah semua mobil majikannya di sita oleh negara . Dan semenjak itulah akhirnya dia mau mengakui ke pasangannya bahwa sebenarnya untuk bisa menjadi supir pribadi Gayus adalah dengan cara ia menggadaikan cintanya pada istri sang mafia pajak. Huaha..lumayan menarik kan ...? Dan sampai saat ini, dia masih teguh untuk menunggu status janda majikannya...hehe...

Dan tahukah anda, untuk menyiasatinya agar tetap bisa berhubungan dengan sang majikan perempuan setelah ia tak lagi menjadi supir pribadi disna, maka ia berpura-pura menjadi tukang sampah...

Sungguh sebuah cara jitu dan ide yang brilian...

Sekian...

Aduh capek saya bikin cerita ini...

Maaf jika ada penulisan nama dan tempat yang sama, karena cerita ini hanya fiktif dan bohong belaka...

Nih dia foto gerobak dengan semua tulisannya..

Sunday, February 10, 2013

Wow...ternyata listrik gratis ada dimana-mana...

Percayakah kalian jika ternyata di sekitar kita ada saluran listrik gratis yang bisa kita gunakan kapan saja...?

Saya rasa mungkin anda-anda semua tak akan percaya begitu saja dengan apa yang saya bicarakan, karena jangankan gratis, untuk memurahkannya saja tak ada dalam kamus pemerintah kita khususnya PLN. Dan justru sebaliknya, kenaikan harga tarif dasar listrik  malah tak pernah alpa untuk mengintai "kwh-kwh" rumah kita di tiap awal tahun...

Tapi apa yang saya bicarakan kali ini memang benar adanya, bahwa ternyata saluran listrik-listrik gratis ada di mana-mana tanpa kita menyadarinya...

Masih tak percaya...?
Di bawah ini ada dua foto yang akan saya tunjukkan sebagai perwakilan buktinya..( karena masih ada ratusan lainnya yang belum sempat saya ambil fotonya)

Penemuan saluran listrik gratis ini sebenarnya hanya ketidaksengajaan saja, pada saat saya istirahat di bawah pohon di pinggir jalan raya. Sebuah kabel berwarna putih tampak melilit di antara besi-besi pagar dengan ujungnya yang di bungkus plastik warna hitam. Keisengan saya pun muncul, lalu plastiknya saya robek, dan taara....sebuah kotak berwarna putih dengan dua buah pasang lubang kecil yang sepertinya sama dengan yang sering saya gunakan untuk tempat mengisi batere handphone di rumah...
Wah...bisa numpang ngecas nih...batin saya....tapi sayang kebetulan lagi nggak bawa charger...

Dan semenjak dari situlah, setiap melewati jalan-jalan yang kemungkinan ada saluran listrik gratis, maka saya akan selalu mampir untuk sekedar mengecek pagar, ada atau tidaknya "kotak putih" itu...
Dan hasilnya adalah :
1. Jalan kalimalang dekat prapatan pangkalan jati depan dunkin donat pas depan parkiran.
2. Depan bank BCA dan bank BHI dekat terminal bekasi di bawah pohon cerry.
3. Jalan pangkalan asem dekat tukang ojek pas belokan dari jl. Suprapto di bawah kolong jembatan penyeberangan.
4. Jalan kramat jaya semper di deretan Marsudirini.
5. Depan plaza koja di bawah kolong penyeberangan.
6. Arion rawamangun, dekat colombia...(yang ini saya lihat sekitar tahun 2004 silam)
7.  Depan gor bulungan samping oriflame ( ini juga udah lama liatnya......)
8. ...
9. ...
Untuk selanjutnya silahkan anda sebutkan  alamatnya jika anda juga pernah menemukan hal yang sama. Karena saya yakin masih ada ratusan saluran listrik gratis yang entah di pakai oleh siapa dan tagihannya di bayar oleh siapa...

Nih bukti penampakannya...

Saturday, January 26, 2013

Ya ALLAH, sayangilah Jakarta dengan AL QUR'AN

Ya ALLAH, sayangilah Jakarta dengan AL QUR'AN...

Tulisan ini dapat anda temui jika anda melewati jl bangunan timur, sekitar 100m setelah belok kiri dari arah jl.balap sepeda, rawamangun, Jakarta timur. Tepatnya di depan masjid Al-Muttaqien.

Sungguh tulisan yang sangat meneduhkan hati. Dan seandainya tulisan ini menghiasi hampir semua perempatan jalan yang ada di ibukota, mungkin bisa menjadi "alarm hati" bagi siapa saja yang membacanya saat ingin melakukan sesuatu yang bisa merugikan lingkungan dan sesama...

Apakah hati anda setuju...?

Monday, January 21, 2013

Eits...ini bukan iklan, tapi cuma masalah penasaran...

Hampir setiap hari saya melewati Jl.boulevard raya Kelapa gading, baik saat berangkat maupun pulang kerja. Dan deretan motor yang terparkir di pinggir jalan ini selalu menyita konsentrasi pandangan saya saat mengemudikan motor. Tapi saya rasa bukan saya aja yang seperti itu, mungkin pengendara lainnya juga merasakan yang sama. Kenapa...? Karena selain terparkir melintang ke arah jalan dan bukan memanjang seperti kebanyakan parkiran, dia juga terlihat sangat terang dan kontras dengan yang ada di sekitarnya...

Dan karena hampir setiap hari saya melihatnya, maka akhirnya saya pun sadar bahwa diantara deretan parkir motor itu, ada satu motor yang berbeda.( pasti anda tertarik untuk mengecek kebenarannya di foto, iya kan...hehe...)

Iya, satu diantaranya hanya menggunakan box hitam polos tanpa ada embel-embel tulisan promosi "hot-hot"...

Disinilah letak penasaran saya...kok beda sendiri ya...siapa dia...?

Nah...karena saya penasaran, maka tadi pagi saat berangkat kerja, saya sempetin mampir cuma buat ngambil fotonya, untuk saya posting di blog Iseng doang ini. Siapa tau setelah saya posting dan ada yang baca lalu comment, bahwa bedanya karena ini dan yang punya adalah si ini...( ckckc...bener2 iseng doang...)

Sebenarnya sih tebakan saya banyak tentang motor yang beda sendiri itu, diantaranya...

1. Supervisor.
Kenapa...? Karena biasanya supervisor itu selalu di bedakan dengan bawahannya, contoh yang sering kita lihat dalam sebuah perusahaan adalah seragam. Nah, dalam hal ini pembedanya adalah box hitam polosnya...hehe...

2. Karyawan freelance
Kenapa...? Untuk memudahkan dia pada saat ada job yang lain, contohnya dari KFC, AW, Nasi Padang atau bahkan warteg yang delevery order. Jadi ga harus sibuk untuk menghapus tulisan...

3. Karyawan jenius
Loh, kok bisa...? Ya, ini tebakan saya...
sebelumnya mungkin box motor itu sama semua, tapi karena orang ini jenius akhirnya jadi hitam polos.
Penjabarannya begini, Jalan jakarta kan macet, musim banjir lagi. Sementara tempat dia bekerja adalah bagian pengantaran pizza dalam kondisi yang harus masih panas pada saat sampai kepada pemesannya. Jadi untuk mengakali agar tetap panas sampai tujuan walaupun terkena macet dan banjir, maka sekalian dia masukin kompor ke dalam boxnya kaya tukang siomay...
Jadi ngerti kan, kenapa jadi hitam polos...sebenarnya itu bukan hitam polos tapi gosong karena kelamaan di jalan...kena macet sih....hehe...

4......?
Ada yang yang tau kenapa dia beda...? Dan siapa yang punya...?

Nih penampakannya...

Sunday, January 20, 2013

Penanya VS orang yang di tanya..

Tadi siang, sehabis saya makan di warteg Berdiri Jaya di samping circle K, dekat STIE Rawamnagun, saya ga langsung pergi untuk melajutkan perjalanan, melainkan keluar dari warung dan istirahat sebentar di bangku kecil yang ada di depan warteg dengan seorang lelaki yang sedang merokok sambil memainkan bambu-bambu kecil di sela-sela giginya.

Di saat yang sama, tiba-tiba seorang pengendara motor dengan muka yang masih di tutup slayer, berhenti pas di depan lelaki yang merokok di samping saya tanpa mematikan mesin motornya.

"Bang, numpang nanya, jalan Haji Ten di mana ya...? Tanya sang pengendara motor setelah ia membuka slayer yang menutupi mukanya.

Wah...kelewat mas, puter balik aja lagi, terus lurus baru belok kanan...jawab lelaki yang ada di samping saya.

Lho...abis lurus kok malah di suruh ke kanan...? Jalan H.Ten kan ke kiri...orang ini jawabnya ngawur...tapi saya diem aja dan cuma protes dalam hati.

Kalo RW tujuh di mana bang...? Sang pengendara motor nanya lagi..

Saya ga tau, belok aja ke kanan ntar nanya lagi disana...? Jawab lelaki perokok cuek...

Abang tinggal di RW mana...? Tanya sang pengendara

Lho...kamu kok malah nanya RW saya...wajah lelaki perokok jadi berubah...

Ga bang, siapa tau RW abang deket sama RW  yang saya cari, jadi kan gampang ketemunya...jawab sang pengendara motor menjelaskan...

Saya juga emang RW tujuh, tapi RW yang di kampung dan bukan RW yang di jalan H.Ten seperti yang kamu cari, nanya kok detail bener...udah di kasih tau puter balik, lurus, baru belok kanan setelah itu baru nanya lagi di sana, malah balik nanya abang RW berapa...tolol...udah untung kamu saya kasih tau... kata lelaki perokok sepertinya mulai emosi..

Namanya juga nanya bang...ya detail...gimana sih... jawab sang pengendara motor sambil putar arah...

Goblok...udah nanyanya ga sopan ..mesin ga di matiin, ga pake turun dari motor lagi..tolol...

Saya cuma diem, melihat lelaki perokok yang tampaknya mulai emosi...

Sementara sang pengendara motor itu, terus meluncur lurus dengan lampu sen yang menyala sebelah kanan...

Jalan H.Ten kan ke kiri..
Kasian...pasti nyasar...batinku...

Nih dia foto warteg tempat aku makan, saya ga berani ngambil foto lelaki perokok itu, takut tersinggung...

Penanya VS orang yang di tanya..

Tadi siang, sehabis saya makan di warteg Berdiri Jaya di samping circle K, dekat STIE Rawamnagun, saya ga langsung pergi untuk melajutkan perjalanan, melainkan keluar dari warung dan istirahat sebentar di bangku kecil yang ada di depan warteg dengan seorang lelaki yang sedang merokok sambil memainkan bambu-bambu kecil di sela-sela giginya.

Di saat yang sama, tiba-tiba seorang pengendara motor dengan muka yang masih di tutup slayer, berhenti pas di depan lelaki yang merokok di samping saya tanpa mematikan mesin motornya.

"Bang, numpang nanya, jalan Haji Ten di mana ya...? Tanya sang pengendara motor setelah ia membuka slayer yang menutupi mukanya.

Wah...kelewat mas, puter balik aja lagi, terus lurus baru belok kanan...jawab lelaki yang ada di samping saya.

Lho...abis lurus kok malah di suruh ke kanan...? Jalan H.Ten kan ke kiri...orang ini jawabnya ngawur...tapi saya diem aja dan cuma protes dalam hati.

Kalo RW tujuh di mana bang...? Sang pengendara motor nanya lagi..

Saya ga tau, belok aja ke kanan ntar nanya lagi disana...? Jawab lelaki perokok cuek...

Abang tinggal di RW mana...? Tanya sang pengendara

Lho...kamu kok malah nanya RW saya...wajah lelaki perokok jadi berubah...

Ga bang, siapa tau RW abang deket sama RW  yang saya cari, jadi kan gampang ketemunya...jawab sang pengendara motor menjelaskan...

Saya juga emang RW tujuh, tapi RW yang di kampung dan bukan RW yang di jalan H.Ten seperti yang kamu cari, nanya kok detail bener...udah di kasih tau puter balik, lurus, baru belok kanan setelah itu baru nanya lagi di sana, malah balik nanya abang RW berapa...tolol...udah untung kamu saya kasih tau... kata lelaki perokok sepertinya mulai emosi..

Namanya juga nanya bang...ya detail...gimana sih... jawab sang pengendara motor sambil putar arah...

Goblok...udah nanyanya ga sopan ..mesin ga di matiin, ga pake turun dari motor lagi..tolol...

Saya cuma diem, melihat lelaki perokok yang tampaknya mulai emosi...

Sementara sang pengendara motor itu, terus meluncur lurus dengan lampu sen yang menyala sebelah kanan...

Jalan H.Ten kan ke kiri..
Kasian...pasti nyasar...batinku...

Nih dia foto warteg tempat aku makan, saya ga berani ngambil foto lelaki perokok itu, takut tersinggung...

Bermain dengan bola matahari...

Untuk bermain dengan bola matahari seperti foto di bawah ini cukup sederhana, kamu hanya butuh kamera yang beresolusi tinggi ( jangan kayak punya saya yang cuma 5 MP dari hanphone merek MotorLola, jadi hasilnya ga maksimal).
Selain itu kamu juga butuh teman yang punya keahlian memotret dan punya kesabaran tinggi, soalnya bisa sampai puluhan kali jepret hanya untuk mendapatkan satu foto yang pas, bayangin kalau kamu mau dapat sembilan foto seperti saya...

Selanjutnya hanya butuh matahari yang bersinar terang di waktu senja...

Dan jangan lupa, siapkan air minum, karena saya jamin  kamu akan capek dan mengeluarkan keringat yang sangat banyak saat melompat untuk pengambilan gambar. Ingat... !! untuk mendapatkan satu foto yang maksimal, mungkin kamu butuh puluhan kali lompatan, jadi kalau maunya sembilan, ya... tinggal kalikan saja...hehe...

Ini dia foto saya yang lagi asyik bermain dengan matahari..( bangga, walaupun jauh dari kata sempurna..)

Rahasia foto tangan raksasa yang tercelup di air laut...

Foto ini asli tangan saya loh, setelah meniru foto-foto yang sering saya lihat di instagram...

Caranya cukup gampang kok...mau tau...?

Nih caranya...

1. Siapkan benda apa saja yang bisa kamu lempar ke air (laut, danau, empang, kolam, atau di baskom, hehe..)
Usahakan yang berat(batu, kayu, sepatu, kulkas atau kalo perlu pacar kamu, hehe....) agar pusaran riak air yang tercipta terlihat luas lingkarannya...

2. Siapkan teman, kerabat, saudara, atau siapa saja yang lewat di samping kamu asalkan dia super jago lempar. Lebih bagus lagi kalo dia mantan juara atlet lempar lembing se-indonesia. Karena dialah nantinya yang akan melempar batu, kayu, sepatu, atau pacar kamu ke air...hehe...

3. Siapkan tangan kiri dengan telunjuk yang siap tercelup ke air..(seolah-olah..)

4. Siapkan tangan kanan beserta dengan kameranya (Soalnya kalo ga ada kameranya gimana mau ada hasilnya, kan mau moto...)  Bagi yang kidal silahkan di tukar aja nomer 3 dan 4, ga usah memaksakan untuk mengikuti cara saya, karena kamu kan ga bego-bego amat,ya kan...?

5. Siapkan suara teriakan untuk menghitung satu, dua dan tiga, sebelum ritual pencelupan di lakukan. Agar waktu pelemparan, pencelupan yang seolah-olah dan pemotretan, hasilnya benar-benar pas pada tengah-tengah pusaran riak air...

Selain itu, suara teriakan juga di siapkan untuk menggertak orang-orang di sekitar kamu (siapa tau ada yang iseng untuk melempar sebelum atlet lempar lembing kamu melempar...) karena hal seperti itu bisa membuat hasil ritual tangan raksasa jadi berantakan...)

Nah itulah caranya, gampang kan..?
Selamat mencoba...

Tentang telepon umum di perbatasan...

Foto ini saya ambil pada saat saya ada di Desa Atapupu, Atambua Kab Belu, NTT dekat perbatasan indonesia - Timor Leste.

Yang membuat saya bingung, arah tanda panah yang di tunjuk justru menuju jalan setapak dan itu adalah arah naik ke gunung.
Parahnya lagi, jaraknya masih satu kilometer....

Mampus ...

Mau liat fotonya....?
Nih dia....

Supir hebat

Ada ga yang mau jadi supir mobil ini...

Tinggi muatan adalah 3,8 m sementara tinggi papan iklan di jalan adalah 3,5 m, dan jumlah papan ikan yang harus di lewati di sepanjang perjalanan adalah 15...

(Foto asli, tapi info beritanya bohong..)

Evolusi tusuk gigi dadakan